SALAH SATU USAHA TERNAK KAMBING DI DESA KURYOKALANGAN

Selama ini, kesan sebagian orang terhadap kambing adalah binatang yang memiliki tingkat kebauan tinggi. Maka tidak heran jika banyak orang menghindari bau kambing. Memang benar adanya, dan tidak bisa dibantah binatang ini memiliki bau yang sangat khas. Namun, selain bau dari segi fisiknya, kambing ternyata sangat harum dari segi bisnis. Inilah yang diakui seorang peternak kambing muda asal Desa Kuryokalangan, Ari.

Ari memulai usahanya pada September 2020. Modal awal untuk mendirikan usaha ternak kambing miliknya total 15 juta, dengan rincian membuat kandang menelan biaya 5 juta dan kambing 4 ekor 10 juta. Alasan memilih ternak kambing karena perawatannya yang tidak terlalu susah dan kambing pasti banyak peminatnya, contoh saja untuk keperluan warung sate kambing, aqiqoh, qurban dll.

Jenis kambing yang ada di peternakan tersebut yaitu jawa randu, peranakan etawa (PE). Tapi mayoritas kambing yang ada di kandang tersebut berjenis jawa randu, karena mayoritas pembeli dari desa masih memilih jenis kambing Jawa randu daripada jenis peranakan etawa (PE), di samping hasil dagingnya yang banyak, kambing jenis Jawa randu juga lebih terjangkau harganya. Untuk kendala yang dialami adalah ketika ada indukan yang melahirkan di waktu tengah malam. Jika tidak ada yang melihat proses lahiran kambing tersebut, maka dikhawatirkan anak kambing bisa mati karena terinjak oleh induknya sendiri. Oleh karena itu kita harus siap siaga 24 jam jika ada indukan yg mau beranak. Tanda-tanda jika ada kambing yang akan melahirkan yaitu lebih banyak istirahat dan tidur atau biasa disebut njerom. Sedangkan untuk masa kawin sampai beranak kurang lebih 5 bulan lamanya.

 

Penulis : Anggri Asgar Agusta

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan